Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita UtamaKabupaten LabuhanbatuPeristiwaTerbaru

Dari Lidi Sawit Menjadi Harapan: Cerita Pemberdayaan Warga Desa N-7 Aek Nabara

82
×

Dari Lidi Sawit Menjadi Harapan: Cerita Pemberdayaan Warga Desa N-7 Aek Nabara

Sebarkan artikel ini
peserta pelatihan sedang menganyam lidi untuk dijadikan berbagai kerajinan tangan.. (Dok. Aiman A)

LABUHANBATU, RELASI PUBLIK – Di salah satu sudut Desa N-7 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, suara gesekan lidi kelapa sawit terdengar bersahut-sahutan. Di tangan para ibu rumah tangga, bahan yang selama ini dianggap limbah itu perlahan berubah menjadi tempat tisu, wadah buah, hingga dompet sederhana yang bernilai jual.

Pemandangan itu bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Ia adalah bagian dari upaya Pemerintah Desa N-7 Aek Nabara dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal.

Pemanfaatan lidi kelapa sawit dipilih karena mudah didapat dan dekat dengan kehidupan warga desa. Dengan teknik anyaman sederhana, warga diajak melihat peluang ekonomi dari bahan yang sebelumnya jarang dilirik.

Kepala Desa N-7 Aek Nabara, Sugeng, mengatakan bahwa program pelatihan merupakan hasil musyawarah desa yang rutin dilakukan setiap tahun. Melalui forum tersebut, pemerintah desa dan masyarakat bersama-sama menentukan kegiatan yang dianggap paling bermanfaat.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat. Ilmu yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Sugeng, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, seluruh kegiatan pelatihan dilaksanakan secara terbuka dan melibatkan warga secara langsung. Setiap penggunaan anggaran desa juga dibahas dalam musyawarah dan dilaporkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Tak hanya kerajinan tangan, pemerintah desa juga mendorong pemberdayaan warga di sektor ketahanan pangan. Pelatihan di bidang peternakan dan perikanan turut diberikan agar masyarakat memiliki alternatif usaha yang berkelanjutan.

Bagi para peserta, khususnya ibu rumah tangga, pelatihan ini menjadi ruang belajar sekaligus harapan baru. Mereka merasa diperhatikan dan diberi kesempatan untuk berdaya dari desa sendiri.

“Kami senang bisa belajar. Kalau nanti hasil anyaman ini bisa dijual, setidaknya bisa membantu suami menambah penghasilan,” ujar seorang ibu sambil merapikan anyaman lidi di tangannya.

Dari anyaman sederhana itulah, harapan perlahan dirajut. Bukan hanya tentang menghasilkan barang, tetapi tentang membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi warga Desa N-7 Aek Nabara.

Laporan: Aiman Ambarita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *